Dalam diam-mu, engkau keluar dari lapisan paling dalam menuju jiwaku
Membentuk sajak dan syair membasahi rerintik cahaya bersenandung kerinduan
Kulihat diriku tak setetes pun menuangkan madu dan embun pada ruh keabadian mu
Tak ada apa pun lagi pada impian yang terlelap, melainkan kata-kata merintih ingin bersamamu selamanya
Buang mawar, semerbak wewangian dan keanggunan mu adalah satu yang teramat jauh ku genggam
Kini, aku cahaya yang memancar pada suara yang engkau ciptakan dan buih cinta membasahi khayal keinginanku
Kini kutitipkan aksara dan sabda cinta ini bersamamu. Di balik munajat syairku, ku terhantar dihalaman hatimu
Kasih, engkau bagai purnama raya yang tak usai, kau cantik janganlah layu dan biarlah aku ada untukmu
Jangan biarkan diriku pergi bersama pemilik sepi tinggalkan kisah malam ini.
Jangan biarkan tubuhku ini melemah selamanya, izinkan aku mencarimu yang abadi, dan bersemayam kekal untukmu
Tegal, 15 Agustus 2025
Boehmohamad

KOMENTAR